Showing posts with label TAHUKAH ANDA. Show all posts
Showing posts with label TAHUKAH ANDA. Show all posts

Sudah Beberapa hari Situs " p2tkdikdas.kemendikbud" Tidak Bisa dibuka

Sudah beberapa hari ini situs p2tkdikdas.kemdikbud.go.id tidak bisa dibuka. Padahal banyak guru yang ingin mengakses situs ini dengan berbagai keperluan, hal yang utama adalah mengenai pengecekan data guru sertifikasi yang di inputkan oleh operator masing-masing.

Hasilnya, Wah Operator Sekolah Makin Galau...Sabar ya..

 
Banyak keluhan yang muncul dari para guru, mulai dari bagaimana cara mencek data apakah data yang di inputkan sudah benar atau belum, dan jika belum pada point berapa yang harus diperbaiki, hal ini tidak bisa dilakukan, sedangkan untuk mengakses situsnya saja tidak bisa.
Inti dari masalah ini adalah, Server dari situs p2tkdikdas.kemdikbud.go.id yang tidak bisa diakses dikarenakan situs tersebut overload. maksudnya adalah pengunjung yang mengunjungi situs tersebut dalam waktu yang bersamaan terlalu banyak. Sehingga server tidak bisa melayani request dari pengunjung yang berakibat server down.
Bagaimana tidak, bayangkan, ratusan bahkan ribuan orang mengakses satu situs. Logikanya server tersebut tidak akan mampu, bisa kita lakukan ke diri kita masing-masing, melayani ratusan orang dalam waktu yang bersamaan. Apakah mungkin??? Robot pun mungkin bisa error.
Sebaiknya kementrian Pendidikan memberikan solusi atau alternatif situs yang bisa di kunjungi selain p2tdikdas.kemdikbud.go.id, sehingga para guru tidak hanya menuju ke satu situs saja. Jadi kemungkinan server down seperti saat ini tidak bisa terjadi.
Moga menjadi pencerahan untuk kita semua. Jangan lupa lengkapi data anda untuk keperluan sertifikasi !

Pengumuman/ Uji Publik Daftar Nama Tenaga Honorer Kategori II



Sehubungan dengan surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor K.26-30/V.50-3/93 tanggal 19 Maret 2013, perihal tersebut pada pokok surat, dengan ini kam sampaikan Daftar Nama Tenaga Honorer Kategori II, Daftar tenaga honorer dimaksud adalah Tenaga Honorer Kategori I yang Tidak Memenuhi Kriteria (TMK), sehingga dimasukkan menjadi Tenaga Honorer II. Tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh unit kerja adalah sbb:
  1. Segera melakukan pengecekan kembali terhadap identitas Tenaga Honorer Kategori II tersebut.
  2. Mengumumkan secara serentak nama-nama Tenaga Honorer Kategori II melalui papan pengumuman, media cetak lokal, dan media online, dengan mencantumkan persyaratan bahwa tenaga honorer kategori II dapat diangkat menjadi CPNS apabila:
  • Usia paling tinggi 46 (empat puluh enam) tahun dan paling rendah 19 (sembilan belas) tahun pada 1 Januari 2006;
  • Mempunyai masa kerja sebagai tenaga honorer paling sedikit 1 (satu) tahun pada 31 Desember 2005 dan sampai saat pengangkatan CPNS masih bekerja secara terus- menurus pada unit kerja;
  • Penghasilannya tidak dibiayai dari APBN/APBD;
  • Bekerja pada instansi pemerintah;
  • Dinyatakan lulus seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB);
  • Syarat lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.
3.  Segera menyampaikan hasil verifikasi yang telah diberi paraf pada setiao data dan distempel dinas, dan pengaduan/sanggahan/ keberatan dari masyarakat (apabila ada). Mohon laporan tersebut disampaikan pada Kepala Biro Kepegawaian Kemdikbud, melalui alamat email ropeg@kemdikbud.go.id paling lambat tanggal 19 April 2013.
 Atas perhatian dan kerjasama Saudara, Kami ucapkan terima kasih.

Inilah Arti 4 Kompetensi Guru

Hari ini baru kepikiran berbagi tentang apa sih arti Kompetensi Guru, Pedagogik, Kepribadian, Profesional serta Sosial...
Semoga para guru semua sudah tahu, karena hal ini sudah di dengungkan bahkan genderangnya sudah sampai ke pelosok Daerah...
Nah...Kawan-kawan apa sih arti empat kompetensi guru tersebut dan jangan sampai kawan-kawan tidak mengetahuinya, "itu kan bahasanya tinggi banget, jadi sulit di mengerti"..

hemmm...rasional juga alasannya namun kalau sudah begitu apa hanya berpangku tangan atau memang tidak pengen tahu sama sekali, oh...semoga saja tidak dan tetap semangat...
Yuk ke TKP.....
    Sorry....... Gua Pakai Laptop Ngejelasinnya maklum Guru Era Baru alias Guraru (ha ha)... ayo di simak......

 
Dalam Peraturan Pemerintahan (PP) Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bab VI pasal 28 ayat 3 dinyatakan bahwa guru minimal memiliki empat kompetensi (a) kompetensi pedagogik (b) kompetensi kepribadian (c) kompetensi profesional (d) kompetensi sosial. Kompetensi keguruan meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Untuk masing-masing kompetensi diuraikan secara ringkas sebagai berikut:
  1. Kompetensi pedagogik adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa dalam kelas. Kompetensi pedagogik meliputi, kemampuan guru dalam menjelaskan materi, melaksanakan metode pembelajaran, memberikan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengelola kelas, dan melakukan evaluasi.
  2. Kompetensi kepribadian adalah seperangkat kemampuan dan karakteristik personal yang mencerminkan realitas sikap dan perilaku guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi kepribadian ini melahirkan ciri-ciri guru diantaranya, sabar, tenang, tanggung jawab, demokratis, ikhlas, cerdas, menghormati orang lain, stabil, ramah, tegas, berani, kreatif, inisiatif, dll.
  3. Kompetensi profesional adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan terhadap penguasaan materi pelajaran secara mendalam, utuh dan komprehensif. Guru yang memiliki kompetensi profesional tidak cukup hanya memiliki penguasaan materi secara formal (dalam buku panduan) tetapi juga harus memiliki kemampuan terhadap materi ilmu lain yang memiliki keterkaitan dengan pokok bahasan  mata pelajaran tertentu.
  4. Kompetensi sosial adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan yang terkait dengan hubungan atau interaksi dengan orang lain. Artinya, guru harus dituntut memiliki keterampilan berinteraksi dengan masyarakat khususnya dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan problem masyarakat. Dalam realitas masyarakat, guru masih menjadi sosok elit masyarakat yang dianggap memiliki otoritas moral cukup besar, salah satu konsekuensi agar peran itu tetap melekat dalam diri guru, maka guru harus memiliki kemampuan hubungan dan komunikasi dengan orang lain.
Terimakasih sudah membaca artikel Kompetensi guru profesional: Pedagogik, Kepribadian, Profesional dan Sosial ini, besar harapan saya bermanfaat bagi sobat. 
Salam Pendidikan dari Jaro
Cara mengambil data dapodik yang sudah di kirim

Cara mengambil data dapodik yang sudah di kirim


 
 data dapodik merupakan data yang sangat penting dan dewasa ini merupakan hal yang sangat hangat di bicarakan baik itu guru ataupun  para operator karena segala tunjangan tidak akan dibayar apa bila terdapat kesalahan dalam pengisian dapodik.




namun pengisian dapodik tidaklah mudah, banyak kendala yang terja di mulai dari salah entri erornya data, sistem dipusat dan lebih parah rusaknya laptop kita para Operator
 hal ini yang membuat kita jengkel......
masak sich kita harus mengentri data dari awal sich bisa kriting tu tangan ,,,,,,, heheheheheh
belum lagi waktu yang dibutuhkan, plus minus di Jaro sering mati lampu lagi weleh weleh...  hal ini yang buat kita depresi,,,

 namun sekarang ternyata kita bisa mem back up data yang sudah kita kirim ke server dengan cara:
1. instal aplikasi dapodik  ke laptop kita
2 terus apa bila sudah selesai di instal maka masuk ke situs http://pendataan.dikdas.kemdiknas.go.id/
3  masukkan pasword dan user name
4. masuk dan cari kolom data base
5. download database tersebut
6.  terus  di restor deh ke aplikasi dapodik yang tadi kamu instal



selesai
dan jangan lupa komennya pak guru...kalau bisa di puji (narsis gua ya) ha ha becanda bos...
Cara Mendownload Seluruh NISN Sekolah Terbaru

Cara Mendownload Seluruh NISN Sekolah Terbaru


Setelah kita mengajukan nisn terbaru. Sekarang Operator bisa mendownload seluruh NISN yang ada di sekolannya baik yang baru di ajukan, maupun NISN yang telah lama ada.
petunjuk Cara Mendownload Seluruh NISN Sekolah Terbaru adalah sebagai berikut :
Buka Halaman http://nisn.data.kemdiknas.go.id/page/download

Isi Nama Penanggung Jawab dengan nama kepala sekolah
E-mail dengan email sekolah
No Telephone/HP dengan no hp kepala sekolah
NPSN (Jelas)
Nama Sekolah (Jelas)
Wilayah (Silahkan di pilih)

Setelah itu anda akan mendapat balasan email dari Info NISN info@pdsp.kemdikbud.go.id isi emailnya
Berikut kami sampaikan Data Pengajuan NISN untuk sekolah dengan NPSN 40401926
attach.xls

Semoga bermanfaat

Aplikasi Pendataan Dapodik Terbaru dan cara Penginputan Mapping Semester 2



Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya data kepada seluruh para operator sekolah di harap melakukan penginputan dan pengiriman data semester II. Dikarenakan sudah ada kebijakan dan keputusan dari Pimpinan bahwa data yang akan digunakan semester yang terakhir.
Silakan mapping (drag n drop) kembali untuk peserta didik dan ptk mengajar pada rombongan belajar untuk semester II tahun ajaran 2012-2013. Dan pastikan telah menggunakan Aplikasi yang terbaru yaitu versi 1.13.0.1. Karena data yang akan diterima dan digunakan adalah dari aplikasi versi tersebut.
Jika sudah menginstal aplikasi versi sebelumnya gunakan Patch v 1.13.0.1 untuk meningkatkan versi. Tapi setelah saya perhatikan selama ini, Ada perbedaan dalam aplikasi
hasil patch dan instalasi. Saya sendiri menggunakan aplikasi hasil
instalasi karena lebih jarang terjadi hilangnya hasil input data setelah
di ketik.
Untuk mendownload aplikasi pendataan dapodik terbaru versi , silahkan download di
http://infopendataan.dikdas.kemdiknas.go.id/dload/aplikasi_pendataan_1.13.0.1_plus.zip
dan download data offline kabupaten kota di
Database Offline
Setelah ke dua file tersebut di download, letakkan database offline di folder offlinedb di aplikasi yang baru di download tersebut
Instal aplikasi tersebut di folder baru aplikasi pendataan,
Kembalikan hasil back up di aplikasi di versi sebelumnya
Berikut cara  mapping siswa semester 2 :
Untuk Posisi TANGGAL di Semester : 2 ( Buat Menjadi Tanggal/Bulan/Tahun Ajaran
Semester 2 ) Yaitu Tanggal : ( Lihat Di Kalender Pendidikan Ya.. ? ).
Reposisi Status Semester Yaitu Lanjutan Semester. Serentak Secara Keseluruhan.
Perhatikan Juga Dalam Reposisi Keadaan Siswa Yang Keluar Di Mutasi Jangan
Sampai Masuk Kembali Pada Posisi Semester 2. ( Oleh Karena Itu Reposisi Yang
Keluar Harap Di Perhatikan Juga.?!)
Moga Bermanfaat :)

TIGA POLA KOMUNIKASI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR



Guru sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan,disamping memahami hal-hal yang bersifat filosofis dan konseptual,juga harus mengetahui dan melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis.Hal-hal yang bersifat teknis ini,terutama kegiatan mengelola dan melaksanakan interaksi belajar mengajar.
Dalam proses pendidikan sering kita jumpai kegagalan-kegagalan,hal ini biasanya dikarenakan lemahnya sistem komunikasi.Untuk itu,pendidik perlu mengembangkan pola komunikasi efektif dalam proses belajar mengajar.Komunikasi pendidikan yang penulis maksudkan disini adalah hubungan atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung,atau dengan istilah lain yaitu hubungan aktif antara pendidik dengan peserta didik.
Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa yaitu:

1.komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah
Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi.Guru aktif dan siswa pasif.Ceramah pada dasarnya adalah komunikasi satu arah,atau komunikasi sebagai aksi.Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar.


2.Komunukasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah.
pada komunikasi ini guru dan siswa dapat berperansama yaitu pemberi aksi dan penerima aksi.Disini,sudah terlihat hubungan dua arah,tetapi terbats antara guru dan pelajar secara indivudual.Antara pelajar dan pelajar tidak ada hubungan.Pelajar tidak dapat berdiskusi dangan teman atau bertanya sesama temannya.Keduanya dapat saling memberi dan menerima.Komunikasi ini lebih baik dari pada yang pertama,sebab kegiatan guru dan kegiatan siswa relatif sama.

3.Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi
Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi yang dinamis antara gurudenan siswa tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang satu dengan yang lainnya.Proses belajar mengajar dengan pola komunikasi ini mengarah kepada proses pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang optimal,sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif.Diskusi dan simulasi merupakan strategi yang dapat mengembangkan komunikasi ini(Nana Sudjana,1989).
Dalam kegiatan mengajar,siswa memerlukan sesuatu yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan guru,teman,maupun dengan ligkungannya.oleh karena itu,dalam proses belajar mengajar terdapat dua hal yang ikut menentukan keberhasilannya yaitu pengaturan proses beljar mengajar dan pengajaran itu sendiri yang keduanya mempunyai ketergantungan untuk menciptakan situasi komunikasi yang baik yang memungkinkan siswa untuk belajar.

MENGELOLA RUANG KELAS


TATA LETAK MEJA DAN BANGKU DALAM PROSES BELAJAR DI KELAS

Kursi dan meja siswa dan guru perlu ditata sedemikian rupa sehingga dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar yang mengaktifkan siswa, yakni memungkinkan hal-hal sebagai berikut:
1.Aksesibilitas: siswa mudah menjangkau alat atau sumber belajar yang tersedia.
2.Mobilitas: siswa dan guru mudah bergerak dari satu bagian ke bagian lain dalam kelas.
3.Interaksi: memudahkan terjadi interaksi antara guru dan siswa maupun antar siswa.
4.Variasi kerja siswa: memungkinkan siswa bekerjasama secara perorangan, berpasangan, atau kelompok.
Lingkungan fisik dalam ruang kelas dapat mejadikan belajar aktif. Tidak ada satupun bentuk ruang kelas yang ideal, namun ada beberapa pilihan yang dapat diambil sebagai variasi. Dekorasi interior kelas harus dirancang yang meungkinkan anak belajar aktif, yakni yang menyenangkan dan menantang.
Formasi kelas berikut ini tidak dimaksudkan untuk menjadi susunan yang permanen. Jika mubeler (meja atau kursi) yang ada di ruang kelas dapat dengan mudah dipindah-pindah, maka sangat mungkin menggunakan beberapa formasi ini sesuai dengan yang diinginkan
1.Formasi Huruf U



Formasi ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Para peserta didik dapat melihat guru dan/atau melihat media visual dengan mudah dan mereka dapat saling berhadapan langsung satu dengan yang lain. Susunan ini ideal untuk membagi bahan pelajaran kepada peserta didik secara cepat karena guru dapat masuk ke huruf U dan berjalan ke berbagai arah dengan seperangkat materi.

2. Formasi Corak tim


Mengelompokkan meja-meja setengah lingkaran atau oblong di ruang kelas agar memungkinkan anda untuk melakukan interaksi tim. Anda dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja untuk susunan yang paling akrab. Jika anda melakukan, beberapa peserta didik harus memutar kursi mereka melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat anda, papan tulis atau layar.

3. Meja Konferensi

Ini terbaik jika meja relatif persegi panjang. Susunan ini mengurangi pentingnya pengajar dan menambahkan pentingnya peserta didik. Susunan ini dapat membentuk perasaan formal jika pengajar ada pada ujung meja.

4. Lingkaran

Para peserta didik hanya duduk pada sebuah lingkaran tanpa meja atau kursi untuk interaksi berhadap-hadapan secara langsung. Sebuah lingkaran ideal untuk diskusi kelompok penuh. Sediakan ruangan yang cukup, sehingga anda dapat menyuruh peserta didik menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil.

5. Kelompok Untuk Kelompok

Susunan ini memungkinkan anda melakukan diskusi fishbowl (mangkok ikan) atau untuk menyusun permainan peran, berdebat atau observasi aktifitas kelompok. Susunan yang paling khusus terdiri dari dua konsentrasi lingkaran kursi. Atau anda dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah, dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar.

6. Workstation

Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium, aktif dimana setiap peserta didik duduk pada tempat untuk mengerjakan tugas (seperti mengoperasikan komputer, mesin, melakukan kerja laborat) tepat setelah didemonstrasikan. Tempat berhadapan mendorong patner belajar untuk menempatkan dua peserta didik pada tempat yang sama

7. Breakout Groupings

Jika kelas anda cukup besar atau jika ruangan memungkinkan, letakkan meja-meja dan kursi dimana kelompok kecil dapat melakukan aktifitas belajar didasarkan pada tim. Tempatkan susunan pecahan-pecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas sehingga hubungan diantara mereka sulit dijaga.

8. Susunan Chevroun

Sebuah susunan ruang kelas tradisional tidak melakukan belajar aktif. Jika terdapat banyak peserta didik (tiga puluh atau lebih) dan hanya tersedia meja oblong, barangkali perlu menyusun peserta didik dalam bentuk ruang kelas. Susunan V mengurangi jarak antara para peserta didik, pandangan lebih baik dan lebih memungkinkan untuk melihat peserta didik lain dari pada baris lurus. Dalam susunan ini, tempat paling bagus ada pada pusat tanpa jalan tengah.

9. Kelas Tradisional

Jika tidak ada cara untuk membuat lingkaran dari baris lurus yang berupa meja dan kursi, cobalah mengelompokkan kursi-kursi dalam pasangan-pasangan untuk memungkinkan penggunaan teman belajar. Cobalah membuat nomor genap dari baris-baris dan ruangan yang cukup diantara mereka sehingga pasangan-pasangan peserta didik pada baris-baris nomor ganjil dapat memutar jursi-kursi mereka melingkar dan membuat persegi panjang dengan pasangan tempat duduk persis di belakang mereka pada baris berikutnya.

10.Auditorium

Meskipun auditorium menyediakan lingkungan yang sangat terbatas untuk belajar aktif, namun masih ada harapan. Jika tempat duduk-tempat duduk itu dapat dengan mudah dipindah-pindah, tempatkanmereka dalam sebuah arc (bagian lingkaran) untuk membentuk hubungan lebih erat dan visibilitas peserta didik.Jika tempat-tempat duduk itu cocok, suruhlah peserta didik agar duduk sedekat mungkin ke pusat. Berlaku asertif terhadap bentuk ini; sekalipun dianggap barisan lepas dari sisi audotorium. Ingatlah : tidak masalah seberapa besar auditorium dan seberapa banyak audien, anda masih dapat memasangkan mereka dan menggunakan aktifitas-aktifitas belajar aktif yang melibatkan pasangan-pasangan.

JJM, JJM KTSP dan JJM Linier di Dapodik?



Apa Itu JJM, JJM KTSP dan JJM Linier di Dapodik?
Bagi guru atau Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) telah melakukan pengecekan datanya di data pokok pendidikan (Dapodik) pasti sudah tahu JJM. Pengecekan secara online melalui website P2TK Dikdas ini untuk memastikan data guru yang sudah terkirim valid atau masih ada kesalahan. Data diinput dan dikirim sendiri oleh sekolahan (opertaor) masing-masing melalui Aplikasi Pendataan Pendidikan ke server pusat Dapodik secara online.

Setelah login ke P2TK Dikdas guru atau PTK akan melihat data-datanya nomor 0 sampai 20. Data inilah yang nantinya akan dijadikan dasar
penerbitan SK Tunjangan Profesi (SK TP) atau juga dikenal dengan SK Dirjen. Jika ada data yang fatal (salah) akan berakibat pada penerimaan Tunjangan Profesi. Khususnya data nomor 17 yaitu Kode Bidang Studi Sertifikasi dan nomor 20 yaitu Total Jam Mengajar Sesuai.

Total Jam Mengajar Sesuai atau JJM sesuai terdapat rincian, yaitu;

1. JJM adalah Jumlah Jam Mengajar
, data ini berasal dari jumlah jam yang kita masukkan dalam aplikasi pendataan bagian pembagian rombongan belajar.

2. JJM KTSP
adalah Jumlah Jam Mengajar kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Jam mengajar dihitung sesuai dengan batasan maksimal kurikulum KTSP.

3. JJM Linier
adalah Jam Mengajar yang dibatasi KTSP, yang dihitung sesuai dengan kode sertifikasi yang dimilikinya. (Contoh: Guru Sertifikasi Bidang Studinya Guru Penjas, tetapi mengajar Guru Kelas, itu di P2TK Dikdas tidak dihitung jam mengajarnya atau 0).

Kebanyakan permasalahan terkait JJM Linier yaitu, saat
dicek di P2TK JJM Liniernya 0 (nol), itu bisa terjadi karena guru atau PTK yang bersangkutan belum sertifikasi, sehingga data nomor 17 yaitu Kode Bidang Studi Sertifikasi fatal, dan JJM Linier pun juga akan 0 (nol).

Untuk Kepala Sekolah, mendapatkan JJM Linier 18 dari tugas tambahan sebagai sebagai Kepala Sekolah. Agar JJM Liniernya minimal 24 sebagai syarat mendapat Tunjangan Sertifikasi, 6 Jam tambahannya ditambahkan dari mengajar sesuai kode sertifikasinya. Misalnya jika guru kelas, maka tambahan 6 jam itu adalah 2 Jam di kelas IV, V, dan VI yang diisikan di pembagian rombongan belajar pada
Aplikasi Pendataan Dapodik.

Siswa Jadi Korban Penerapan Kurikulum Baru



Kurikulum baru yang akan mulai diterapkan Juli 2013 dinilai oleh Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Utomo Dananjaya, tidak dikaji oleh pemerintah secara sungguh-sungguh. Sehingga siswa selalu menjadi korban penerapannya.

"Pengkajian kurikulum pemerintah selalu terkesan asal-asalan. Kasihan para siswa yang menjadi korban, saat kurikulum baru diimplementasikan," kata Utomo dikutip dari
Antara (14/02/2013).

Kurikulum 2013
yang akan diterapkan tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah diterapkan sejak 2006. Menurutnya kurikulum baru ini akan kembali mengalami kegagalan.

"Di satu sisi pemberlakuan kurikulum tidak diikuti dengan pelatihan sumber daya manusia, dalam hal ini guru, secara serius. Di sisi lain pengkajian kurikulum baru selalu saja asal-asalan, sehingga akan gagal terus," kata Utomo.


Daripada mengubah kurikulum, menurut Utomo, sebaiknya pemerintah mengatasi pengadaan guru terlebih dulu, dengan membuat program pengadaan dan
pembimbingan guru, sehingga stok pengajar bagi pendidikan nasional cukup sekaligus berkualitas.

"Ada kajian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan jumlah guru sudah cukup, tapi kualitasnya saja yang kurang. Tapi faktanya di daerah pelosok guru umum masih kurang," kata Utomo.


Guru merupakan faktor paling krusial yang kerap menjadi kelemahan dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah seharusnya lebih serius memecahkan permasalahan itu.


Pada tahun ini, untuk jenjang SD hanya 30 persen sekolah dari seluruh SD di Indonesia yang dijadikan tempat
penerapan kurikulum 2013. Tahap pertama ini penerapannya menyasar pada kelas I dan kelas IV.

Dipublikasikan Senin, 18 Februari 2013
Cara Unik Guru di India Mencegah Siswanya Nyontek Saat Ujian

Cara Unik Guru di India Mencegah Siswanya Nyontek Saat Ujian


 

 

Nyontek saat ujian memang sudah menjadi masalah umum yang sering dilakukan oleh para siswa saat ujian. Bahkan dengan semakin canggihnya teknologi ponsel pintar, kegiatan contek-menyontekpun semakin mudah. Dengan kata lain, menyontek memang telah menjadi masalah global yang tidak mudah diberantas.
Meskipun demikian, seorang guru asal India rupanya menemukan sebuah cara yang cukup inovatif untuk mencegah kebiasaan menyontek di kalangan siswa. Caranya pun sangat mudah, murah namun efektif. Setidaknya berdasarkan foto yang sedang mejadi trending di Twitter belum lama ini.

Ya, menurut keterangan dari sang pengunggah, foto tersebut diambil dari salah satu sekolah di India, meski cukup sulit membuktikannya karena hampir seluruh kepala siswa tertutup kertas map.
 
Sepintas, Anda mungkin menganggap tindakan ini sebagai aksi yang konyol, aneh dan norak. Namun jika dipikir lebih dalam, cara ini terbilang cukup ampuh untuk membatasi sudut pandang para siswa sehingga dapat mencegah siswa saling menyontek. Apalagi di kelas yang terdapat banyak murid, dimana biasanya mereka duduk saling berdekatan sehingga mudah untuk menengok ke kanan atau ke kiri untuk mendapat jawaban.
 
Bagian paling menarik untuk metode ini adalah harganya yang cukup murah. Jika Anda seorang guru dan berminat menerapkan metode ini kepada siswa Anda, Anda hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 2 ribuan per map.
 
Nah, dengan biaya seperti itu, mungkin saja konsep nyeleneh ini dipakai oleh seluruh sekolah di berbagai daerah. Dan Anda akan menjadi orang pertama yang menularkan konsep tersebut! Bagaimana?
Ternyata Tikus Lebih Cerdas Dibandingkan Google

Ternyata Tikus Lebih Cerdas Dibandingkan Google


 
 
Ternyata Tikus Lebih Cerdas Dibandingkan Google [ www.BlogApaAja.com ]Selama puluhan tahun Google sudah mengembangkan berbagai inovasi mengenai perangkat teknologi yang pintar dan cerdas, namun jika kebanyakan orang menganggap pencapaian itu sebagai buah dari ke-brilian-an mereka, maka tidak halnya dengan peneliti yang satu ini.
Seperti yang dilansir Daily Mail, dua orang peneliti dari New York Universiti, Yann LeCun dan Josh Tenenbaum, menganggap Google masih kalah pintar dan cerdas dibandingkan dengan tikus.
Mereka mengatakan bahwa selama 15 tahun ini Google hanya belajar mengingat dan mencocokkan segala informasi yang mereka dapatkan, namun tidak memahaminya. Dengan kata lain, LeChun menyebut Google hanya mampu menghafal dan tanpa memahami.
 
Dan bahkan ilmuwan tersebut mengklaim jika komputer super canggih sekalipun tak akan mampu menyaingi kemampuan seekor serangga.
“Ini namanya menghafal, bukan memahami. Saya akan sangat senang jika dalam hidup saya mampu menciptakan sebuah mesin secerdas tikus,” terang Yann LeCun, dikutip dari Daily Mail.
Untuk memberi perbandingan, LeCun menggambarkan mekanik otak manusia yang memiliki seribu kuintiliun koneksi per detik dan bekerja bersama-sama untuk membuat manusia sadar, belajar dan penasaran.
Lalu, apakah para peneliti tersebut pesimis dengan kemampuan sebuah komputer masa depan? Sepertinya tidak. Mereka menyakini jika dikedepannya kemampuan komputer akan lebih hebat lagi.
“Kemampuan sebuah super komputer akan meningkat secara eksponen dalam 30 – 100 tahun mendatang. Dan bahkan, ponsel pintar akan lebih pintar daripada Anda sendiri,” pungkasnya. Sumbe Berbagi Cerita